Samsung Galaxy S26 FE: Harga Naik, Apa yang Didapat?

Aiton
Aiton
Samsung Galaxy S26 FE
Samsung Galaxy S26 FE | Image: Samsung 

Samsung Galaxy S26 FE resmi diperkenalkan pada 27 Agustus 2026 sebagai anggota terbaru keluarga Galaxy S26. Posisi ponsel ini masih sama seperti pendahulunya, yakni membawa sejumlah fitur khas Galaxy S ke perangkat FE yang berada di bawah model flagship utamanya.

Yang membuat Galaxy S26 FE menarik bukan cuma spesifikasinya. Samsung memasang Exynos 2500, membawa One UI 9 berbasis Android 17, serta menambahkan sejumlah fitur Galaxy AI baru. Masalahnya, beberapa bagian lain masih terasa sangat familiar jika dibandingkan dengan Galaxy S25 FE.

Harga juga menjadi pertimbangan. Galaxy S26 FE dibanderol mulai US$699,99 di Amerika Serikat. Jika dikonversikan menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.762 per dolar AS pada 27 Agustus 2026, nilainya sekitar Rp12,4 juta. Angka tersebut hanyalah konversi, bukan harga resmi Galaxy S26 FE untuk pasar Indonesia.

Dengan harga awal yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya di Amerika Serikat, pertanyaannya jadi cukup jelas: apa yang sebenarnya didapat dari Galaxy S26 FE?

Galaxy S26 FE dan Perubahannya

Kalau melihat desain dan spesifikasi dasar, Galaxy S26 FE bukan ponsel yang mencoba mengubah formula FE secara besar-besaran. Layarnya masih berukuran 6,7 inci dengan panel Dynamic AMOLED 2X, resolusi FHD+, dan refresh rate hingga 120Hz.

Kapasitas baterainya juga tetap 4.900 mAh. Di bagian belakang, Samsung masih menggunakan kombinasi kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom. Kamera depannya juga tetap beresolusi 12 MP.

Perubahan yang lebih menarik justru berada pada bagian internal dan software. Galaxy S26 FE menggunakan Exynos 2500 berbasis proses 3nm dan langsung hadir dengan One UI 9 berbasis Android 17. Samsung juga menjadikannya perangkat pertama di lini Galaxy S26 yang meluncur dengan One UI 9.

Spesifikasi Galaxy S26 FE Galaxy S25 FE
Layar 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X, FHD+, 120Hz 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X, FHD+, 120Hz
Chipset Exynos 2500, 3nm Exynos 2400, 4nm
Kamera utama 50 MP, OIS 50 MP, OIS
Ultra-wide 12 MP 12 MP
Telefoto 8 MP, 3x optical zoom, OIS 8 MP, 3x optical zoom, OIS
Kamera depan 12 MP 12 MP
Baterai 4.900 mAh 4.900 mAh
Charging 45W wired, 15W wireless 45W wired
RAM 8 GB 8 GB
Penyimpanan 128 GB / 256 GB* 128 GB / 256 GB / 512 GB*
Sistem operasi Android 17 / One UI 9 Android 16 / One UI 8

*Ketersediaan kapasitas penyimpanan dapat berbeda menurut negara, operator, atau wilayah.

Performa Galaxy S26 FE untuk Gaming

Exynos 2500 menjadi salah satu alasan utama mengapa Galaxy S26 FE terasa lebih menarik dibanding sekadar penyegaran desain. Chipset ini dibuat dengan proses 3nm dan menjadi peningkatan dari Exynos 2400 yang digunakan pada Galaxy S25 FE.

Buat pengguna yang bermain game di smartphone, perubahan chipset tentu patut diperhatikan. Namun, belum tepat menyimpulkan performanya hanya dari nama prosesor. Pengalaman bermain tetap dipengaruhi optimasi game, pengaturan grafis, suhu perangkat, dan sistem manajemen daya.

Karena Galaxy S26 FE baru diperkenalkan, angka benchmark dan pengujian FPS dari unit retail belum menjadi bagian dari ulasan ini. Jadi, untuk sekarang kita belum bisa mengatakan game tertentu akan berjalan pada jumlah frame tertentu atau menyebut perangkat ini sebagai ponsel gaming tanpa pengujian langsung.

Yang sudah bisa dipastikan adalah layarnya menggunakan Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120Hz. Samsung juga mencantumkan tingkat kecerahan hingga 1.900 nits. Kombinasi tersebut cukup menarik untuk game, streaming, dan penggunaan di luar ruangan.

Galaxy AI Jadi Salah Satu Daya Tariknya

Kalau hardware Galaxy S26 FE terlihat cukup konservatif, software justru mendapat perhatian lebih besar. Samsung membawa One UI 9 dan sejumlah fitur Galaxy AI yang lebih kontekstual ke perangkat ini.

Now Brief mendapatkan kemampuan personalisasi yang lebih luas melalui kartu informasi yang bisa disesuaikan. Ada juga Now Nudge yang memberikan saran tindakan berdasarkan apa yang sedang tampil di layar, termasuk dukungan pada sejumlah aplikasi dan notifikasi pihak ketiga.

Circle to Search juga mendapat kemampuan mencari beberapa objek sekaligus dalam satu gambar. Fitur seperti ini mungkin tidak menjadi alasan utama seseorang membeli smartphone baru, tetapi bisa terasa berguna dalam penggunaan sehari-hari.

Di sisi lain, Galaxy S26 FE juga membawa fitur yang lebih dekat dengan kebutuhan kreator. My FanCam dapat melacak orang yang dipilih dan menjaga posisinya tetap berada di tengah frame ketika merekam video. Ada pula Super Steady dengan Horizontal Lock untuk membantu menghasilkan video yang lebih stabil dan tetap rata.

Samsung juga menjanjikan tujuh generasi pembaruan sistem operasi dan tujuh tahun pembaruan keamanan. Untuk perangkat yang dibeli dan digunakan dalam jangka panjang, dukungan seperti ini menjadi salah satu nilai tambah yang cukup sulit diabaikan.

Kamera Masih Familiar

Kamera Samsung Galaxy S26 FE

Galaxy S26 FE membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom serta OIS. Kamera depan menggunakan sensor 12 MP.

Angkanya memang tidak banyak berubah dari Galaxy S25 FE. Karena itu, peningkatan kamera S26 FE lebih menarik untuk dilihat dari pemrosesan gambar dan fitur yang menyertainya.

Samsung membawa Nightography, Photo Assist, dan Gemini Omni. Photo Assist memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan gambar menggunakan perintah bahasa alami, sedangkan Gemini Omni dapat membantu membuat dan mengedit klip video dari foto maupun video yang tersimpan di Gallery.

Menariknya, Samsung juga menyebut kamera depan 12 MP pada S26 FE telah ditingkatkan dibanding S25 FE. Namun, kualitas foto akhirnya tetap perlu dilihat melalui penggunaan nyata sebelum bisa dikatakan sebagai peningkatan besar.

Baterai Tetap 4.900 mAh

Samsung mempertahankan baterai 4.900 mAh pada Galaxy S26 FE. Pengisian kabel mendukung hingga 45W, sementara pengisian nirkabel mencapai 15W dan tersedia Wireless PowerShare. Samsung menyebut pengisian kabel dapat mencapai hingga 65 persen dalam sekitar 30 menit menggunakan adaptor 45W.

Kapasitas baterai yang sama dengan generasi sebelumnya memang tidak terdengar seperti peningkatan besar. Namun, efisiensi chipset 3nm dan optimasi software baru tetap menarik untuk diuji karena keduanya bisa berpengaruh terhadap daya tahan dalam pemakaian sehari-hari.

Samsung sendiri menyatakan Galaxy S26 FE dirancang untuk mendukung aktivitas sepanjang hari, termasuk bermain game, streaming, browsing, dan penggunaan kreatif. Klaim tersebut tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian independen karena daya tahan baterai sangat bergantung pada pola penggunaan.

Desainnya Tidak Berubah Drastis

Galaxy S26 FE memiliki dimensi 161,6 x 76,9 x 7,4 mm dengan bobot 193 gram. Samsung menyediakan pilihan warna Blueberry, Graphite, dan Pistachio. Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air dalam kondisi pengujian tertentu.

Secara fisik, perubahan dari Galaxy S25 FE memang tidak terlalu mencolok. Galaxy S25 FE memiliki dimensi 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dan bobot 190 gram. Jadi, pengguna yang berpindah dari generasi sebelumnya kemungkinan tidak akan langsung merasakan perubahan besar ketika menggenggam S26 FE.

Pendekatan ini sebenarnya cukup masuk akal. Samsung mempertahankan desain tipis dan ringan yang sudah menjadi karakter seri FE, lalu memusatkan peningkatan pada bagian internal dan pengalaman penggunaan.

Harga Galaxy S26 FE dan Value-nya

Di Amerika Serikat, Galaxy S26 FE mulai dijual dengan harga US$699,99 untuk varian 128 GB. Dengan kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.762 per US$1 pada 27 Agustus 2026, harga tersebut setara sekitar Rp12,4 juta.

Angka Rp12,4 juta tersebut merupakan hasil konversi kurs dan belum bisa disebut sebagai harga resmi Indonesia. Harga regional dapat berbeda karena pajak, biaya distribusi, konfigurasi produk, promosi, serta kebijakan harga masing-masing pasar.

Sebagai pembanding, Galaxy S25 FE saat diluncurkan di Amerika Serikat pada September 2025 memiliki harga awal US$649,99. Artinya, harga awal S26 FE di pasar tersebut naik sekitar US$50 dari generasi sebelumnya.

Kenaikan tersebut membuat pertanyaan soal value menjadi lebih menarik. Samsung memang memberikan chipset baru, One UI 9, fitur Galaxy AI tambahan, serta dukungan software jangka panjang. Namun, layar, kapasitas baterai, dan sebagian besar konfigurasi kamera masih berada di area yang sangat familiar.

Jadi, Galaxy S26 FE Layak Dibeli?

Kalau yang dicari adalah lompatan besar dari Galaxy S25 FE, Galaxy S26 FE mungkin bukan jawabannya. Samsung tidak mengubah seluruh formula. Layar masih 6,7 inci 120Hz, baterainya tetap 4.900 mAh, dan tiga kamera belakangnya masih menggunakan konfigurasi 50 MP, 12 MP, dan 8 MP.

Namun, bukan berarti S26 FE hanya membawa perubahan kecil. Exynos 2500 3nm, One UI 9, fitur Galaxy AI baru, peningkatan pemrosesan kamera, serta dukungan tujuh generasi OS dan tujuh tahun keamanan memberikan fondasi yang lebih menarik untuk pemakaian jangka panjang.

Untuk pemilik Galaxy S25 FE, alasan untuk langsung melakukan upgrade terlihat tidak terlalu kuat berdasarkan spesifikasi yang tersedia saat ini. Banyak bagian penting yang masih sama, sehingga keputusan upgrade nantinya akan lebih bergantung pada kebutuhan terhadap performa, fitur AI, dan peningkatan kamera.

Sementara bagi pengguna yang datang dari perangkat yang lebih lama, Galaxy S26 FE punya paket yang lebih mudah dipertimbangkan. Layar AMOLED 120Hz, chipset baru, kamera telefoto, wireless charging, IP68, dan dukungan software panjang membuatnya tetap terasa seperti perangkat yang berada di atas kelas menengah biasa.

Masalah terakhirnya kembali ke harga. Jika banderol resmi Indonesia nantinya tidak terlalu jauh dari hasil konversi US$699,99, Galaxy S26 FE masih punya ruang untuk menjadi pilihan menarik. Tetapi kalau harga lokal melonjak cukup tinggi, persaingannya tentu akan semakin ketat.

Untuk saat ini, Galaxy S26 FE lebih tepat dilihat sebagai evolusi daripada revolusi. Samsung mempertahankan fondasi yang sudah dikenal dari seri FE, lalu menghabiskan sebagian besar peningkatannya pada chipset, software, AI, dan pemrosesan kamera. Apakah perubahan tersebut cukup untuk membenarkan harga yang lebih tinggi? Jawaban akhirnya baru akan lebih jelas setelah harga Indonesia dan pengujian langsung perangkat tersedia.

Share QR Code

About The Author

Anda mungkin menyukai postingan ini

No Responses yet

Posting Komentar