CEO Microsoft Bicara soal Masa Depan Xbox di Tengah Restrukturisasi
![]() |
| Satya Nadella, CEO Microsoft, dalam wawancara Sources Podcast bersama Alex Heath. Sumber: YouTube. |
CEO Microsoft Satya Nadella kembali membahas masa depan bisnis gaming perusahaan di tengah restrukturisasi besar yang sedang berlangsung di Xbox. Dalam wawancara dengan Sources Podcast bersama Alex Heath, Nadella mengatakan dirinya tetap sangat positif terhadap portofolio studio dan IP yang dimiliki Microsoft, tetapi mengakui perusahaan masih perlu menemukan model bisnis gaming yang berkelanjutan.
Komentar tersebut muncul setelah Xbox mengumumkan perubahan besar dalam organisasinya, termasuk penghapusan 268 posisi dan penyusunan ulang sejumlah studio serta tanggung jawab franchise. Microsoft menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari proses reset Xbox yang sebelumnya telah diumumkan.
Satya Nadella Tetap Positif terhadap IP Xbox
Ketika ditanya mengenai kondisi dan masa depan Xbox, Nadella menyoroti kekuatan portofolio yang dimiliki Microsoft saat ini.
“I feel fantastic about the IP we have right now.”
Nadella kemudian menjelaskan bahwa keyakinannya tersebut berkaitan dengan studio, portofolio IP, serta kemampuan Microsoft untuk mengembangkan game baru dari aset yang sudah dimiliki.
Pernyataan tersebut datang ketika Xbox sedang melakukan perubahan organisasi yang cukup besar. Jadi, fokus Nadella bukan hanya pada jumlah franchise yang dimiliki Microsoft, tetapi juga bagaimana studio dan IP tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan game ke depannya.
Restrukturisasi Xbox Disebut sebagai “Streamlining”
Nadella juga secara langsung menyinggung perubahan yang sedang dilakukan oleh tim Xbox di bawah CEO Xbox Asha Sharma.
“There’s some amount of streamlining the team is doing, and Asha is doing, which is great to see.”
Istilah streamlining tersebut merujuk pada proses penyederhanaan dan penataan ulang bisnis yang sedang berlangsung. Nadella tidak menggunakan istilah “layoffs” dalam kutipan tersebut, sehingga konteksnya perlu dibaca bersama pengumuman resmi Xbox mengenai restrukturisasi.
Dalam pengumuman bertanggal 22 September 2026, Xbox menyatakan telah menghilangkan 268 posisi di Halo Studios, studio first-party lainnya, serta fungsi manajemen dan pusat Xbox Game Studios. Xbox juga mengatakan bahwa langkah yang dilakukan sejak Juli, termasuk divestasi studio, telah membawa proses restrukturisasi sekitar tiga perempat dari rencana yang sebelumnya diumumkan.
Studio Xbox Juga Mengalami Perubahan Struktur
Restrukturisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah karyawan. Xbox juga mengubah struktur sejumlah studio dan tanggung jawab franchise.
- Activision memperluas tanggung jawabnya ke World’s Edge dan Rare.
- Activision juga akan mengembangkan game Halo berikutnya melalui tim baru yang dibentuk khusus untuk proyek tersebut.
- Bethesda memperluas tanggung jawabnya untuk mencakup Obsidian.
- King mengambil alih tanggung jawab Microsoft Casual Games.
- Playground dan Turn 10 digabungkan menjadi satu studio yang berfokus pada franchise Forza dan Fable.
Xbox juga memberikan pembaruan mengenai divestasi studio. Compulsion Games dan Double Fine telah kembali dikelola secara independen bersama IP dan katalog mereka. Undead Labs juga telah beralih dengan model serupa dan akan merilis State of Decay 3 day one di Game Pass bersama publisher barunya.
Sementara itu, Xbox mengatakan dua kesepakatan untuk Ninja Theory gagal dan proses konsultasi dengan karyawan terkait kemungkinan penutupan studio tersebut telah dimulai. Konsultasi mengenai Arkane juga masih berlangsung.
Microsoft Masih Mencari Model Bisnis Gaming yang Berkelanjutan
Di balik optimisme Nadella terhadap portofolio Xbox, ada satu bagian penting dari wawancara tersebut: Microsoft masih harus menemukan cara agar bisnis gaming dapat berjalan secara berkelanjutan.
“And then we have to invent the right sustainable business model”
Nadella kemudian menjelaskan bahwa tujuan Microsoft adalah menjangkau lebih banyak pemain sekaligus menjadi publisher dan penyedia platform untuk game di PC maupun Xbox.
Dengan kata lain, perubahan yang sedang berlangsung bukan hanya persoalan merampingkan organisasi. Microsoft juga sedang mencoba menentukan bagaimana berbagai studio, franchise, platform, dan bisnis publishing Xbox dapat bekerja dalam model yang dianggap berkelanjutan oleh perusahaan.
Xbox Ingin Kembali Tumbuh
Dalam wawancara yang sama, Nadella menyebut bahwa Asha Sharma dan timnya menargetkan Xbox kembali mengalami pertumbuhan pada tahun fiskal berikutnya. Ia mengatakan rencana tersebut sedang dijalankan bersamaan dengan upaya menghasilkan game-game baru.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arah restrukturisasi yang disampaikan Xbox. Dalam memo resminya, Matt Booty mengatakan perubahan organisasi ditujukan untuk memperkuat franchise dan game dengan mengoperasikan lebih sedikit unit bisnis, menyatukan kelompok yang sudah bekerja erat, serta memperkuat kemampuan publishing.
Untuk saat ini, Microsoft belum menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk akhir “sustainable business model” yang dimaksud Nadella. Yang sudah terlihat adalah arah perubahan Xbox: struktur studio disederhanakan, tanggung jawab sejumlah franchise dipindahkan, dan perusahaan berusaha memusatkan sumber daya pada bisnis serta game yang dianggap memiliki peluang untuk tumbuh.
Komentar Nadella memberikan gambaran bahwa Microsoft masih melihat Xbox sebagai gabungan antara platform dan publisher, bukan sekadar bisnis konsol. Ia secara eksplisit menyebut keinginan Microsoft untuk tetap menjadi penyedia platform sekaligus publisher game di PC dan Xbox.
Namun, perubahan organisasi yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa cara Microsoft menjalankan bisnis tersebut sedang mengalami penyesuaian besar. Portofolio IP yang besar tetap menjadi aset utama, sementara struktur studio dan model bisnisnya sedang diatur ulang.
Jadi, pernyataan Nadella belum memberikan jawaban final mengenai bentuk Xbox setelah proses reset selesai. Yang jelas, Microsoft masih melihat potensi besar pada IP dan studionya, sekaligus mengakui perlunya menemukan model bisnis gaming yang lebih berkelanjutan.

Posting Komentar