Onimusha: Way of the Sword Resmi Dirilis, Capcom Hidupkan Lagi Aksi Samurai dengan Cara Baru

Aiton
Aiton
Onimusha: Way of the Sword
Onimusha: Way of the Sword (Dok. Capcom)

Onimusha: Way of the Sword resmi dirilis pada 4 September 2026, menandai kembalinya seri aksi samurai milik Capcom setelah lebih dari dua dekade. Game terbaru ini membawa formula klasik Onimusha ke era modern dengan pertarungan pedang yang lebih cepat, dunia yang lebih detail, serta kisah baru yang berpusat pada Miyamoto Musashi.

Alih-alih sekadar mengulang formula lama, Capcom mencoba mempertahankan elemen yang sudah menjadi identitas seri sambil memberikan ruang lebih besar untuk teknologi dan desain game masa kini. Hasilnya adalah perjalanan Musashi di Kyoto era awal Edo yang dipenuhi Genma, makhluk supernatural yang kembali menjadi ancaman utama.

Onimusha Kembali Setelah Lebih dari 20 Tahun

Way of the Sword menjadi game baru pertama dalam seri Onimusha setelah lebih dari 20 tahun. Capcom membawa kembali konsep dark fantasy Jepang yang menjadi ciri khas franchise, kali ini dengan Kyoto pada awal periode Edo sebagai latar utama.

onimusha way of the sword
Onimusha Way of The Sword

Namun, Kyoto yang ditemui Musashi bukanlah kota bersejarah yang tenang. Wilayah tersebut telah berubah akibat Malice dan menjadi tempat munculnya berbagai Genma. Kondisi inilah yang kemudian membawa Musashi ke dalam konflik yang jauh lebih besar dari sekadar perjalanan seorang samurai.

Capcom sebelumnya menjelaskan bahwa game ini memadukan unsur sejarah Jepang dengan fantasi gelap. Musashi dibekali sebuah Oni Gauntlet yang memberinya kemampuan melampaui manusia biasa sekaligus menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan ceritanya.

Miyamoto Musashi Jadi Pusat Cerita

Untuk pertama kalinya dalam seri ini, pemain mengikuti perjalanan Miyamoto Musashi sebagai karakter utama. Sosok samurai tersebut digambarkan sedang menuju Kyoto dengan ambisi membuktikan kemampuannya sebagai pendekar pedang, sebelum situasi yang dihadapinya berubah menjadi jauh lebih berbahaya.

Miyamoto Musashi
Miyamoto Musashi 

Capcom juga menggunakan wajah aktor legendaris Toshiro Mifune sebagai model wajah Musashi. Pilihan tersebut bukan sekadar penghormatan terhadap ikon film samurai Jepang, tetapi juga membantu membangun identitas visual karakter yang memang sangat dekat dengan genre tersebut.

Pertarungan Tetap Jadi Jantung Onimusha

Salah satu hal yang paling penting dari Way of the Sword adalah bagaimana Capcom mempertahankan karakter pertarungan khas Onimusha. Mekanik seperti Issen, parry, dan Soul Absorption kembali hadir, tetapi kali ini dibuat lebih sesuai dengan tempo permainan modern.

Issen tetap mengandalkan keberanian dan ketepatan waktu. Pemain harus membaca serangan lawan dan melakukan serangan balik pada momen yang tepat. Gagal melakukan timing tersebut bisa membuat Musashi menerima damage besar, sehingga mekanik ini tetap membawa unsur risiko dan imbalan yang menjadi ciri khas seri.

Perbedaannya terasa pada tempo pertarungan. Capcom mengatakan aksi dalam game terbaru ini berjalan lebih cepat dibandingkan seri sebelumnya. Pemain juga dapat menyerap Soul sambil bergerak, sehingga aktivitas tersebut tidak lagi harus terlalu mengganggu alur pertarungan.

Teknologi baru juga memungkinkan Capcom menghadirkan sistem dismemberment dinamis. Arah tebasan Musashi dapat menentukan bagian tubuh musuh yang terkena serangan, membuat setiap benturan pedang terasa lebih responsif dan brutal.

Oni Gauntlet Bukan Sekadar Senjata

Oni Gauntlet menjadi salah satu elemen yang membedakan perjalanan Musashi dari samurai biasa. Artefak tersebut memberinya kekuatan supernatural sekaligus kemampuan untuk menyerap Soul dari Genma yang telah dikalahkan.

Dalam pertarungan, Soul bukan hanya efek visual setelah mengalahkan musuh. Mekanik tersebut menjadi bagian dari sistem permainan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perjalanan Musashi.

Capcom juga mempertahankan konsep bahwa pemain harus mengambil keputusan saat pertarungan berlangsung. Mengambil Soul pada waktu yang tepat dapat membantu Musashi, tetapi pemain tetap harus memperhatikan kondisi pertempuran di sekitarnya.

Kyoto Dibangun dengan Perhatian pada Detail

Salah satu pendekatan baru Capcom terlihat dari cara Kyoto dibangun. Tim pengembang melakukan riset bersama pihak Kota Kyoto untuk membuat sejumlah lokasi terasa lebih dekat dengan versi sejarahnya.

Dalam wawancara dengan PlayStation, Capcom bahkan menjelaskan bahwa jumlah pilar kayu yang digunakan pada area Kiyomizu-dera dibuat mengikuti jumlah pada struktur aslinya. Tim juga memasukkan elemen tertentu yang sebenarnya belum ada pada periode Edo karena ingin mempertahankan pengalaman visual yang dikenal pengunjung Kyoto saat ini.

Hasilnya bukan sekadar latar belakang untuk pertarungan. Kyoto menjadi bagian penting dari suasana Way of the Sword, terutama ketika lingkungan bersejarah tersebut dipadukan dengan kehadiran Genma dan elemen supernatural.

Capcom Tidak Mengejar Pertarungan yang Sekadar Sulit

Menariknya, Capcom tidak ingin Way of the Sword hanya dikenal sebagai game aksi yang sangat sulit. Dalam wawancara sebelumnya, produser Akihito Kadowaki menjelaskan bahwa tim lebih berfokus menciptakan pertarungan yang terasa memuaskan dan dapat dinikmati oleh pemain dengan tingkat kemampuan yang berbeda.

Pendekatan tersebut membuat mekanik seperti Issen tetap memiliki risiko tinggi, tetapi game tidak dibangun semata-mata untuk menghukum pemain. Tantangannya lebih diarahkan pada kemampuan membaca serangan, mengatur timing, dan memahami kemampuan yang dimiliki Musashi.

Onimusha: Way of the Sword Sudah Bisa Dimainkan

Onimusha: Way of the Sword resmi tersedia mulai 4 September 2026. Game ini hadir untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam serta Epic Games Store, sesuai informasi pada situs resmi Capcom.

Capcom sebelumnya juga menyediakan demo yang memungkinkan pemain mencoba bagian awal permainan sebelum memutuskan untuk membeli versi penuh. Pemain yang sudah mencoba demo dapat menggunakan pengalaman tersebut sebagai gambaran awal mengenai sistem pertarungan yang menjadi fokus utama game.

Kembalinya Onimusha dengan Formula yang Lebih Modern

Setelah absen lebih dari dua dekade, Onimusha: Way of the Sword tidak mencoba menyembunyikan akar lamanya. Issen, Soul Absorption, Oni Gauntlet, Genma, dan atmosfer Jepang supernatural masih menjadi bagian penting dari identitas game.

Yang berubah adalah cara semua elemen tersebut dimainkan. Pertarungan dibuat lebih cepat, penyerapan Soul lebih fleksibel, sementara teknologi modern memungkinkan Capcom menghadirkan dunia dan animasi yang jauh lebih detail dibandingkan game-game Onimusha sebelumnya.

Dengan Miyamoto Musashi sebagai protagonis dan Kyoto sebagai panggung utama, Way of the Sword akhirnya memberikan kesempatan bagi seri yang lama menghilang untuk kembali menunjukkan alasan mengapa konsep aksi samurai dan supernatural pernah menjadi salah satu identitas unik Capcom.

Buat kamu yang penasaran dengan kembalinya seri ini setelah sekian lama, Onimusha: Way of the Sword kini sudah bisa dimainkan di platform yang tersedia. Untuk informasi game terbaru lainnya, ikuti terus Gameston.

Share QR Code

About The Author

Anda mungkin menyukai postingan ini

No Responses yet

Posting Komentar