| Handheld ROG Xbox Ally X Z2 Ekstreme (Dok. ASUSTeK Computer) |
ROG Xbox Ally X merupakan salah satu handheld gaming Windows yang mencoba mempertemukan fleksibilitas PC dengan pengalaman Xbox yang lebih sederhana. Dibuat melalui kolaborasi ASUS ROG dan Xbox, perangkat ini membawa AMD Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24 GB, SSD 1 TB, layar 7 inci 120 Hz, serta baterai 80 Wh.
Berbeda dari handheld Windows generasi sebelumnya, Xbox Ally X juga mendapatkan pendekatan software baru melalui Xbox Full Screen Experience. Antarmuka ini dirancang agar pengguna tidak harus terlalu sering berhadapan dengan desktop Windows ketika ingin bermain game.
ROG Xbox Ally X sendiri sudah resmi diluncurkan pada 16 Oktober 2025 dan tersedia secara global. Di Indonesia, ASUS mencantumkan harga perangkat ini sebesar Rp16.999.000.
Dalam review ini, Gameston menggunakan pendekatan Research Review. Artinya, penilaian disusun berdasarkan spesifikasi resmi, informasi produsen, serta hasil pengujian dari sejumlah media teknologi dan gaming terpercaya. Artikel ini tidak mengklaim bahwa pengujian tersebut dilakukan langsung oleh tim Gameston.
Spesifikasi ROG Xbox Ally X
| Spesifikasi | ROG Xbox Ally X |
|---|---|
| Sistem operasi | Windows 11 Home |
| Prosesor | AMD Ryzen AI Z2 Extreme |
| CPU | 8-core / 16-thread, hingga 5,0 GHz |
| GPU | AMD Radeon Graphics |
| NPU | AMD XDNA hingga 50 TOPS |
| RAM | 24 GB LPDDR5X-8000 |
| Penyimpanan | 1 TB M.2 2280 PCIe 4.0 NVMe |
| Layar | 7 inci FHD IPS touchscreen |
| Resolusi | 1920 x 1080 |
| Refresh rate | 120 Hz |
| Variable Refresh Rate | AMD FreeSync Premium |
| Kecerahan | Hingga 500 nits |
| Baterai | 80 Wh |
| Port | USB4, USB-C 3.2 Gen 2, jack audio 3,5 mm |
| MicroSD | UHS-II |
| Wireless | Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4 |
| Berat | 715 gram |
Secara spesifikasi, ROG Xbox Ally X memang ditempatkan sebagai model kelas atas. ASUS memasangkan Ryzen AI Z2 Extreme dengan RAM 24 GB LPDDR5X dan SSD 1 TB, sementara layar 120 Hz serta baterai 80 Wh menjadi dua komponen penting untuk pengalaman gaming portable.
![]() |
| (Dok. ASUSTeK Computer) |
Desain dan Ergonomi ROG Xbox Ally X
Salah satu perubahan yang paling mudah dirasakan pada ROG Xbox Ally X adalah bentuk bodinya. ASUS mempertahankan pendekatan handheld gaming, tetapi bagian grip dibuat lebih menyerupai controller sehingga perangkat terasa lebih natural ketika dipegang dalam waktu lama.
Bobotnya mencapai 715 gram. Angka ini memang cukup berat untuk sebuah perangkat handheld, tetapi distribusi bobot dan bentuk grip membantu membuatnya terasa lebih nyaman dibanding sekadar mengandalkan bodi tipis.
Tom's Hardware menilai ergonominya sebagai salah satu keunggulan utama perangkat ini. Bentuk grip yang menyerupai controller Xbox membuat posisi tangan lebih natural, sementara tombol dan kontrol ditempatkan agar mudah dijangkau ketika bermain.
Windows Central juga memberikan penilaian positif terhadap desain dan kenyamanan ROG Xbox Ally X setelah melakukan pengujian selama puluhan jam. Menurut mereka, kombinasi desain, grip, performa, dan port membuat perangkat ini menjadi salah satu Windows handheld yang paling menarik di kelasnya.
Namun, bentuk grip yang lebih besar juga membuat perangkat terasa cukup tebal. Jadi, pengguna yang menginginkan handheld seringkas mungkin mungkin akan lebih menyukai desain yang lebih tipis.
Layar 7 Inci 120 Hz
ROG Xbox Ally X menggunakan layar IPS touchscreen berukuran 7 inci dengan resolusi 1920 x 1080. Refresh rate mencapai 120 Hz dan sudah mendukung AMD FreeSync Premium.
Kombinasi tersebut cocok untuk handheld gaming karena refresh rate tinggi dapat membuat pergerakan kamera dan animasi terlihat lebih mulus ketika frame rate game mampu mengimbanginya.
ASUS juga mencantumkan tingkat kecerahan hingga 500 nits. Dalam pengujian Tom's Hardware, panel perangkat bahkan mencapai sekitar 515,8 nits, sehingga cukup terang untuk penggunaan indoor dan kondisi tertentu di luar ruangan.}
Meski demikian, panel IPS menjadi salah satu kompromi yang perlu dipertimbangkan. Beberapa pesaing di kelas premium sudah menawarkan OLED dengan warna dan kontras yang lebih menarik.
Jadi, layar Ally X bukan titik lemahnya, tetapi juga bukan alasan utama seseorang memilihnya dibanding semua handheld lain.
![]() |
| (Image: ASUSTeK Computer) |
Performa Ryzen AI Z2 Extreme
Bagian paling penting dari ROG Xbox Ally X tentu berada di balik layarnya. Perangkat ini menggunakan AMD Ryzen AI Z2 Extreme, prosesor 8-core/16-thread dengan GPU Radeon terintegrasi dan NPU AMD XDNA hingga 50 TOPS.
Dengan RAM LPDDR5X 24 GB, konfigurasi ini memberikan ruang yang cukup besar untuk sistem Windows sekaligus game modern. ROG Xbox Ally X juga memiliki SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB sehingga pengguna tidak langsung kehabisan ruang setelah memasang beberapa game berukuran besar.
Hasil pengujian independen menunjukkan bahwa performanya memang berada di kelas atas untuk handheld Windows. Windows Central mencatat performa yang sangat kuat dalam beberapa benchmark dan menilai perangkat ini sebagai salah satu handheld Windows terbaik yang mereka uji.
Tom's Hardware juga menemukan adanya peningkatan performa dari generasi sebelumnya. Namun, peningkatannya tidak selalu cukup besar untuk membuat pemilik ROG Ally X generasi sebelumnya merasa wajib melakukan upgrade.
Hal tersebut menjadi poin penting. ROG Xbox Ally X memang cepat, tetapi nilai upgrade akan sangat bergantung pada perangkat yang digunakan sebelumnya.
Performa Gaming
Dalam pengujian Tom's Hardware, ROG Xbox Ally X mampu mencapai sekitar 64 FPS pada Shadow of the Tomb Raider di 720p Medium ketika menggunakan daya dari adaptor, sementara pengujian pada 1080p Medium berada di sekitar 45 FPS. Pada konfigurasi pengujian lainnya, hasilnya dapat berubah sesuai mode daya dan pengaturan game.
Windows Central juga menguji perangkat dengan berbagai game dan mode performa. Dalam pengujian Cyberpunk 2077 menggunakan Steam Deck preset pada Performance mode 25W, mereka mencatat sekitar 1 jam 53 menit untuk pengujian baterai tersebut, sementara game yang lebih ringan dapat bertahan jauh lebih lama.
Data ini menunjukkan karakter utama ROG Xbox Ally X: performa gaming-nya memang tinggi, tetapi pengguna tetap harus menyesuaikan resolusi, preset grafis, frame rate, dan mode daya untuk mendapatkan keseimbangan antara performa dan baterai.
Karena angka FPS di atas berasal dari pengujian media lain, Gameston tidak menganggapnya sebagai hasil benchmark internal. Angka tersebut digunakan sebagai referensi untuk menggambarkan kemampuan perangkat dalam kondisi pengujian yang telah ditentukan oleh masing-masing media.
Xbox Full Screen Experience
Perbedaan terbesar ROG Xbox Ally X dibanding banyak handheld Windows sebelumnya bukan hanya hardware. Microsoft dan ASUS juga membawa Xbox Full Screen Experience untuk membuat penggunaan perangkat terasa lebih dekat dengan konsol.
Ketika pengguna menyalakan perangkat, pengalaman Xbox dapat menjadi pusat navigasi untuk game dan aplikasi. Library Xbox, game PC, Game Pass, cloud gaming, serta Remote Play dapat diakses dari lingkungan yang lebih berorientasi pada controller.
Microsoft memang sejak awal memposisikan Xbox Ally sebagai perangkat yang menggabungkan fleksibilitas Windows dengan pengalaman Xbox. Ketika diluncurkan pada Oktober 2025, Microsoft menyebut pengguna dapat mengakses game Xbox dan berbagai PC storefront dalam satu pengalaman yang lebih terintegrasi.
Tom's Hardware menilai pengalaman Xbox Full Screen tersebut jauh lebih mudah digunakan untuk handheld dibanding desktop Windows 11 biasa.
Namun, pengalaman tersebut belum sepenuhnya menghilangkan Windows. TechRadar menilai Xbox Ally X masih memiliki beberapa keterbatasan khas Windows handheld dan belum memberikan pengalaman yang sepenuhnya sesederhana konsol.
Dengan kata lain, Microsoft sudah bergerak ke arah yang benar, tetapi masih ada ruang untuk penyempurnaan.
Baterai 80 Wh
ROG Xbox Ally X menggunakan baterai 80 Wh, salah satu kapasitas besar yang menjadi daya tarik perangkat ini.
Kapasitas tersebut memberikan peningkatan yang jelas dibanding handheld dengan baterai lebih kecil. Namun, baterai besar tidak otomatis membuat perangkat mampu menjalankan game AAA selama berjam-jam.
Dalam pengujian Windows Central, Cyberpunk 2077 menggunakan Steam Deck preset pada Performance mode 25W bertahan sekitar 1 jam 53 menit. Sebaliknya, game yang lebih ringan dengan mode daya rendah dapat bertahan jauh lebih lama.
Notebookcheck juga menilai daya tahan baterai Ally X cukup baik secara keseluruhan, meskipun mode Turbo dapat meningkatkan konsumsi daya dan kebisingan kipas.
Jadi, 80 Wh sebaiknya dipandang sebagai keunggulan untuk memperpanjang waktu bermain, bukan jaminan bahwa perangkat mampu menjalankan game berat sepanjang hari tanpa charger.
Pendinginan dan Suara Kipas
Untuk menjaga performa Ryzen AI Z2 Extreme, ASUS menggunakan sistem pendinginan dual-fan. Sistem ini dirancang untuk membantu perangkat mempertahankan performa ketika digunakan dalam mode daya tinggi.
Pengujian media menunjukkan hasil yang cukup baik untuk temperatur. Namun, seperti kebanyakan handheld berperforma tinggi, mode performa tinggi memiliki konsekuensi pada tingkat kebisingan.
Notebookcheck secara khusus mencatat bahwa kipas dapat terdengar cukup keras ketika perangkat digunakan dalam mode Turbo dengan daya dari adaptor.
Artinya, pengguna harus memilih prioritas. Jika ingin performa maksimal, suara kipas yang lebih terdengar merupakan kompromi yang wajar. Untuk sesi santai, mode daya yang lebih rendah bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
![]() |
| Tampilan Belakang ROG Xbox Ally X (Image. ASUSTeK Computer) |
Storage dan Konektivitas
ROG Xbox Ally X hadir dengan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB. Kapasitas ini cukup masuk akal untuk perangkat gaming modern, terutama karena beberapa game PC terbaru dapat membutuhkan ruang penyimpanan puluhan hingga lebih dari 100 GB.
ASUS juga menyediakan dukungan microSD UHS-II. Dengan begitu, pengguna memiliki opsi tambahan untuk membawa game atau menyimpan data tanpa harus langsung mengganti SSD internal.
Untuk konektivitas kabel, perangkat memiliki port USB4 dan USB-C 3.2 Gen 2. Kombinasi tersebut membuat Ally X cukup fleksibel ketika digunakan bersama dock, monitor eksternal, storage, atau aksesori lainnya.
Notebookcheck juga mencatat dukungan Wi-Fi yang cepat dan pembaca microSD sebagai salah satu kelebihan perangkat.
Apakah ROG Xbox Ally X Nyaman untuk Gaming?
Kalau hanya melihat bobot 715 gram, ROG Xbox Ally X mungkin terlihat cukup berat. Namun, desain grip menjadi faktor yang membuat angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan pengalaman penggunaan.
Posisi tangan dibuat lebih menyerupai controller Xbox sehingga perangkat terasa lebih natural ketika digunakan dalam sesi panjang. Hal ini menjadi salah satu aspek yang mendapat respons positif dari Tom's Hardware dan Windows Central.
Di sisi lain, pengguna dengan tangan kecil mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan bodinya yang lebih besar. Jadi kenyamanan tetap menjadi aspek yang cukup subjektif.
Harga ROG Xbox Ally X di Indonesia
ROG Xbox Ally X sudah tersedia di Indonesia. Pada halaman resmi ROG Indonesia, ASUS mencantumkan harga Rp16.999.000, dengan harga sebelumnya Rp17.999.000.
Di pasar internasional, ROG Xbox Ally X diluncurkan dengan harga acuan sekitar US$999,99. Microsoft menetapkan angka tersebut sebagai Estimated Retail Price ketika membuka pre-order pada 2025.
Dengan harga Indonesia yang berada di kelas premium, ROG Xbox Ally X bukan handheld yang ditujukan untuk pembeli yang hanya mencari perangkat gaming portable termurah. Nilai jualnya lebih berada pada kombinasi performa, RAM besar, baterai 80 Wh, ergonomi, Windows, dan integrasi Xbox.
Untuk pembaca yang ingin memahami bagaimana Gameston menentukan penilaian produk, proses dan kriterianya dapat dilihat pada halaman Cara Gameston Menilai Produk.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Performa Ryzen AI Z2 Extreme sangat kuat untuk ukuran handheld.
- RAM 24 GB LPDDR5X memberikan ruang yang lega untuk game dan Windows.
- SSD 1 TB cocok untuk koleksi game modern.
- Baterai 80 Wh menjadi salah satu keunggulan utama.
- Grip bergaya controller membuat ergonominya terasa nyaman.
- Layar 120 Hz dengan VRR cocok untuk gaming.
- Xbox Full Screen Experience membuat Windows lebih mudah digunakan dengan controller.
- USB4 dan microSD UHS-II memberikan fleksibilitas konektivitas dan penyimpanan.
Kekurangan:
- Bobot 715 gram cukup berat untuk penggunaan handheld lama bagi sebagian pengguna.
- Layar masih menggunakan IPS, bukan OLED.
- Game AAA tetap dapat menguras baterai dalam waktu sekitar dua jam.
- Mode Turbo dapat membuat kipas terdengar cukup keras.
- Pengalaman Xbox Full Screen masih belum sepenuhnya menghilangkan kompleksitas Windows.
- Harga berada di kelas premium.
Rating Gameston: 8,8/10
Gameston memberikan 8,8/10 untuk ROG Xbox Ally X.
Nilai ini didasarkan pada kombinasi performa, desain, ergonomi, fitur, baterai, software, konektivitas, serta value yang ditawarkan pada kelas handheld gaming premium.
Ally X mendapatkan nilai tinggi karena hardware-nya memang kuat. Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24 GB, SSD 1 TB, baterai 80 Wh, layar 120 Hz, dan desain grip yang nyaman membuatnya menjadi paket yang sangat lengkap.
Integrasi Xbox juga memberikan perkembangan penting pada pengalaman Windows handheld. Pengguna tidak lagi harus selalu bergantung pada desktop Windows ketika ingin sekadar membuka dan memainkan game.
Namun, harga premium, panel IPS, bobot yang cukup berat, daya tahan baterai untuk game berat yang masih terbatas, serta kipas yang dapat terdengar pada mode Turbo membuat skor maksimal belum menjadi pilihan yang tepat.
Rating 8,8/10 pada artikel ini merupakan penilaian editorial Gameston berdasarkan data dan pengujian dari sumber yang telah diverifikasi, bukan hasil hands-on testing oleh Gameston.
ROG Xbox Ally X merupakan salah satu handheld gaming Windows yang paling lengkap saat ini. ASUS tidak hanya meningkatkan spesifikasi, tetapi juga memperbaiki bagian yang selama ini menjadi masalah utama perangkat Windows handheld: kenyamanan penggunaan dan antarmuka.
Ryzen AI Z2 Extreme memberikan fondasi performa yang kuat, sementara RAM 24 GB dan SSD 1 TB membuat perangkat terasa lebih siap menghadapi game PC modern. Baterai 80 Wh juga menjadi keunggulan penting meskipun game berat tetap dapat menghabiskannya dalam waktu relatif singkat.
Yang paling menarik justru datang dari kolaborasi ASUS dan Xbox. Xbox Full Screen Experience membuat perangkat terasa lebih dekat dengan konsol, tetapi pengguna tetap mendapatkan kebebasan Windows dan akses ke berbagai storefront PC.
Meski begitu, ROG Xbox Ally X bukan perangkat sempurna. Layar IPS terasa kurang istimewa dibanding handheld OLED, bobotnya cukup tinggi, mode Turbo dapat berisik, dan harga Rp16.999.000 membuatnya masuk kategori produk premium.
Jika prioritas kamu adalah performa tinggi, ergonomi yang nyaman, baterai besar, RAM lega, dan fleksibilitas Windows dengan pengalaman Xbox yang lebih baik, ROG Xbox Ally X merupakan pilihan yang sangat menarik.
Namun, jika kamu lebih mengutamakan layar OLED, harga lebih murah, atau perangkat yang benar-benar ringan, ada beberapa alternatif yang mungkin lebih sesuai.
Untuk informasi mengenai transparansi link pembelian dan bagaimana link affiliate dapat mendukung operasional Gameston, pembaca dapat melihat Tentang Link Affiliate Gameston.
Gameston akan memperbarui artikel ini apabila terdapat perubahan penting pada harga, software, ketersediaan, atau informasi produk yang secara signifikan memengaruhi penilaian terhadap ROG Xbox Ally X.


